Saturday, May 4, 2013

we r going to Thailand


Seneng banget waktu bulan Januari dapet chat dari teteh disuruh maen kesana.  FYI, teteh tinggal dan kerja di Thailand sama suaminya. Mulailah cari tiket promo biar myuraah dan bikin passport syalala. Karena judulnya promo, beli tiket di bulan Januari terbangnya April. Nyocokin sama jadwalnya teteh, kebetulan di bulan April di Thailand lagi ada libur tahun baru Songkran namanya.

Tiap hari rasanya ga sabar pengen cepet kesana. Tapi tapi 2 mingguan sebelum hari H pergi, mama jatoh dan tangannya patah. Langsung lemes dan nangis, kan mau pergi nanti mama gimana. Manusia cuma bisa berencana, Allah yang berkehendak. Mama langsung ditanganin, alhamdulillah agak mendingan sakitnya walopun tangannya mesti digendong terus.

Hari H semakin deket dan pesenan teteh banyaaak bangeet, mostly pesenannya kerupuk *dasar suami istri hobi kerupuk* haha. Karena mama tangannya sakit, jadilah saya sendiri yang belanja dan ngurus segala macem yang mesti dibawa, packing buat bertiga tralala trilili.

Datanglah si hari H, 8 April 2013. Ini pertama kalinya mama papa terbang naik pesawat dan langsung keluar negeri, cool! Untungnya saya udah pernah naik pesawat pas ke Bangka, jadi ada sedikit pengalamanlah ya, ga buta-buta amat. Kita terbang dari Terminal 3 Bandara Soetta, lumayan modern biasanya cuma liat si batu bata merah terus hha. Kita terbang jam 5 sore alhamdulillah cuaca cerah, padahal ujan terus biasanya. Karena masih sore jadi dari pesawat bisa liat matahari dan awan biru yang super keren Subhanallah.

Rasanya pengen guling-guling di atas awan

Sampailah kita di Don Mueang Airport di Bangkok jam 8 malem, dijemput teteh sama aa. Senangnya hampir 7 bulan ga ketemu my one and only sister. Kita langsung naik taxi ke AIT, sekitar 30 menitan dari bandara. FYI, teteh tinggal di dalem kampus soalnya suaminya kerja jadi researcher di Asian Institute of Technology. Selama di Thailand kita tinggal di ST-2, semacam hotel/apartment buat tamu staff gitu tapi penampakan dan kamarnya jadul , so far nyaman.

Bangun tidur disana langsung disuguhin suara kicauan burung, pemandangan teras belakang kaya hutan banyak pohon bisa liat burung, tupai juga ada lucu banget, udara sejuk. Buka mata langsung seger pokoknya.

semuanya ijoo bikin mata seger

Bird watching
Pagi menjelang siang kita dijemput teteh buat ke apartemennya, jaraknya kurang lebih 1 km. Kita jalan kaki, di dalem kampus dilarang ada motor cuma boleh sepeda sama mobil. Dari mahasiswa, staff, sampe petugas keamanan semua pake sepeda jarang yang pake mobil *berasa di jawa bagian tengah*. Udara disana panaaas agak kaget biasa di Bandung hujan mulu. Saking panasnya walopun udah pke AC sama kipas angin tetep aja panas dan keringetan, rata-rata tiap hari suhunya 30-40 derajat celcius. Pas lagi beres-beres di kamar teteh tiba-tiba dikasih surprise kue dalam rangka ulang taun & lulus kuliah *padahal udah basi* tapi makasi banget, kuenya lucuuuuuu

Cheese Cake Hello Kitty
Ini baru pembukaan, tunggu post berikutnya yaa :)

Saturday, December 15, 2012

2 Bulan

Alhamdulillah, akhirnya ber-gelar S.Kel.

Setelah melewati lika-liku perskripsian akhirny lulus juga dan tanggung jawab sebagai seorang anak berkurang satu.

"Dimana saya sekarang?"

Setelah 2 bulan saya lulus saya masih berada di rumah dan bolak-balik kampus karena menjadi asisten dosen untuk 2 mata kuliah.....lumayan mengisi waktu selama masih mencari kerja.

Ada satu pertanyaan yang terus berputar dalam otak:

"Isna, sampai kapan kamu berada di zona nyaman ini??"

Sebenarnya saya ingin merantau ke kota orang untuk mencari pengalaman hidup agar lebih dewasa, sejak lahir tak pernah jauh dengan orang tua. Ya saya memang anak mama. Apa daya keadaan kurang mendukung, mungkin belum. Saya hanya bisa berdoa dan berusaha supaya diberikan jalan yang terbaik. Semoga mama papa selalu sehat dan kelak saya mendapatkan pekerjaan yang saya inginkan. AMIN.

Friday, August 17, 2012

MAAF


Maaf adalah sebuah kata yang terdiri dari 4 huruf.
Sebuah kata yang mahal sekaligus murah.
Sebuah kata yang dapat dengan mudah sekaligus sulit diucapkan.
Sebuah kata yang memiliki makna yang sangat mendalam sekaligus dangkal.
Sebuah kata yang dapat diucapkan dari hati maupun tidak sama sekali.
Sebuah kata yang terkadang ingin sekali kita dengar sekaligus tidak ingin kita dengar dari mulut seseorang.
Sebuah kata yang ampuh sekaligus tidak ampuh apabila kita melakukan kesalahan kepada seseorang.

Setiap manusia tidak luput dari kesalahan.
Entah orang itu bersedia memaafkan atau tidak yang penting kita telah berusaha untuk meminta maaf.


Untuk orang-orang yang pernah saya kecewakan atau sakiti, untuk janji yang tidak ditepati.
Saya mohon maaf untuk semua kesalahan.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah

Saturday, July 7, 2012

My 1st Sailing (part 1)


Hola blog, maafkan majikanmu ini yang tak produktif hha. Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi sedikit pengalaman pertama saya berlayar.

Bulan Juni lalu saya mendapatkan kesempatan melakukan survey batimetri (untuk mengetahui kedalaman dasar laut) di Selat Bangka. Kesempatan ini, saya dapatkan dari dosen pembimbing lapangan saya di salah satu instansi kelautan di Bandung, beliau adalah Pa Salahuddin. Terima kasih banyak pak, atas segala kebaikan bapak. Pada pelayaran ini saya ditemani oleh salah satu senior saya, yaitu Teh Sheila.

Tepatnya pada tanggal 22 Juni 2012, saya terbang pukul 09.00 dari bandara CGK menuju bandara Depati Amir, Pangkal Pinang-Bangka. Ini pertama kalinya saya naik pesawat lho, pertama kali juga pergi jauh, serba pertama deh. Waktu yang ditempuh dari CGK-PGK hanya 55 menit. Dari atas pesawat terlihat Pulau Bangka yang buruk rupa, karena disana banyak terdapat bekas galian tambang timah. Miris sekali, ibarat habis manis sepah dibuang. Sesampainya di Pangkal Pinang kami disambut oleh udara panas yang menyengat.

Dari Pangkal Pinang perjalanan dilanjutkan menuju Sungai Selan, menggunakan mobil dengan waktu sekitar 1 jam. Kondisi jalannya cukup baik karena baru diaspal dan sedikit berliku, melewati bukit-bukit. Selama perjalanan menuju Sungai Selan, kita dapat melihat perkebunan sawit, tambang timah, beberapa kuburan dan rumah tradisional, sayang saya tidak sempat mengabadikannya.

Sungai Selan adalah tempat bersandarnya kapal yang akan kami gunakan untuk survey. Pemilik kapal ini adalah ketua nelayan Sungai Selan, yaitu Pa Kasmir. Rumah Pa Kasmir berada di perkampungan nelayan, berada di sisi sungai, sedangkan sisi sungai lainnya adalah hutan mangrove. Setibanya kami di rumah Pa Kasmir, kami langsung menuju ke belakang rumahnya untuk melihat kapal dan dan bertemu dengan para kru kapal. Kru kapal yang akan bertugas selama survey adalah Pa Nazwar, Pa Agam, Bang Omar, Mas Zein, Bang Syukur, Mas Alwin, Saya dan Teh Sheila. Bersama dua orang ABK, yaitu Bang Sandi dan Bang Peli. Kaptennya adalah Pa Kasmir.




Kapal yang akan kami gunakan adalah kapal INKA MINA 101, kapal bantuan dari DKP untuk nelayan setempat. Karena kapal ini berukuran lebih besar dari yang umumnya digunakan oleh nelayan disana, tentunya bahan bakar yang dibutuhkan juga lebih besar, maka nelayan disana tidak mampu untuk menggunakan kapal ini karena biaya akomodasi yang tinggi, yaitu untuk sehari melaut dibutuhkan ± 300 liter solar. Harga 1 liter solar disana adalah Rp 10.000,00. Jadi nelayan harus memiliki modal sekitar Rp 3.000.000,00 untuk sehari melaut saja.



Ini adalah halaman belakang dari rumah Pa Kasmir. Sebelum pergi survey kami menumpang mandi di rumahnya. Kamar mandinya terdapat di luar dan bangunannya terbuka setengah badan, sedangkan di belakang kamar mandi langsung menghadap sungai. Saya dan teh Sheila harus mandi menggunakan kain dan sambil jongkok agar tidak terlihat orang lain. Untuk buang air kecil juga kami harus ekstra hati-hati karena toiletnya mirip dengan yang ada di film “Slumdog Millionaire” (kebayangkan hha).

Kami pun pergi survey pada pukul 02.00 dini hari karena menunggu air pasang. Waktu yang dibutuhkan dari rumah Pa Kasmir menuju muara sungai/laut sekitar 1,5 jam. Pukul 05.00 kami tiba di Perairan Sebagin, untuk pertama kalinya saya menunaikan solat subuh di kapal. Selesai solat saya disuguhi indahnya sunrise oleh Allah, Subhanallah indahnya.




Setiap pagi bang Sandi selalu membuatkan kami teh manis, dan menyuguhkan biskuit untuk mengisi perut. Karena sarapan biasanya baru siap pukul 10.00 pagi. Hari pertama kami survey, disambut dengan cuaca cerah dan gelombang yang bersahabat. Survey dilakukan dari perairan Bangka menuju perairan Sumatera, kemudian sebaliknya, dan begitu seterusnya. Di Perairan Bangka kami banyak menemui penambangan timah dengan cara dihisap, ada yang  menggunakan kapal besar maupun kapal kecil.




Selain mengambil data kedalaman kami juga mengambil sample sedimen. 



Survey hari pertama, alhamdulillah berjalan lancar. Tapi sayang saya melewatkan sunset di hari pertama, karena ketiduran hha. 





Kami membuang jangkar di Pulau Nangka, untuk bermalam disana. Di Pulau Nangka tidak hanya kapal kami saja yang bermalam disana tetapi juga banyak kapal nelayan. Ternyata disana juga ada kapal nelayan milik Pa Kapten, coba tebak nama kapalnya apa? Namanya King of Love hha gaya bener si Pa Kapten.

Solat magrib dan isya saya lakukan di atap kapal, di bawah cahaya bulan. Malam itu bulan masih sabit dan bintang-bintang sungguh banyak, jarang saya lihat bintang sebanyak itu. Karena di darat terlalu terang oleh lampu-lampu.

Oleh nelayan kami diberi berbagai macam seafood. Malam itu kami makan malam dengan ikan todak goreng, telur ikannya renyah lhoo, udang kipas dan yang paling WAH adalah rajungan, slurp. Walaupun cuma direbus tapi karena fresh, rasanya enak banget manis. Eh ternyata kata Pa Kapten pantang itu bilang enak disini, nanti perutnya sakit. Kalo enak bilangnya MANTAAAP!

Oh sungguh nikmatnya hidup di laut.

Sunday, February 12, 2012

For My Beloved Sister


Dulu saya selalu melakukan semua hal dengan kakak saya. Hampir addicted sama dia kayanya. Sekarang sudah hampir 2 tahun lebih, saya jarang bertatap muka dengannya. Hanya sesekali dia pulang ke rumah. Kami hanya berkomunikasi lewat media elektronik. Keadaan seperti ini membuat saya belajar untuk dewasa tidak bergantung pada orang lain. Terima kasih Intan Sofiyanti untuk menjadi kakak yang paling sabar untuk adiknya.

Bisa dibilang saya adalah ade yang sedikit menyebalkan mungkin, waktu kecil lhoo emangnya sekarang udah ga? Setiap berantem sama teteh pasti ga mau kalah, ade bisa nyubit teteh ampe nyakar juga. Kemana-mana suka pengen ikut tapi tetep dibawa klo teteh maen ke rumah temennya. Kalo ada yang beli ke warung (*dulu di rumah mama ngewarung) dan di rumah cuman berdua, ade suka ngacir ga mau ngeladangin yang beli. Oya ngejailin teteh pake telepon rumah yang nelpon ke nomernya sendiri hwahaha (*do u remember sist?). Kalo minta diajarin pelajaran ama teteh pasti ujung-ujungnya sama-sama kesel, ngambek, udahan deh belajarnya, ngegantung. Tapi klo diminta bantuin ngerjain PR atau tugas-tugas yang susah, sama nyiapin buat OSPEK teteh pasti bantuin.

Maen salon-salonan di rumah, ade yang jadi pelanggannya. Kalo teteh lagi diem, ade ngepang-ngepang, ngeberantakin rambut teteh.

Waktu kecil sebelum mandi ade suka mampir dulu ke kamar teteh, cuman pake handuk doank.

Solat berjamaah, teteh jadi imam. Setiap nyuruh ade yang jadi imam ade ga mau hha. Btw ade kangen denger suara teteh ngaji.

Makan mie bareng, ade yang masak mienya, teteh yang ngaracik bumbunya. Kalo makan berdua rasanya enak banget kalo sendiri rasanya biasa aja.

Kalo lagi diem di rumah n nothings to do atau kecapean ngerjain sesuatu. Leyeh-leyeh di kasur sambil cerita-cerita, cubit-cubit dan selalu ga pernah ngga, ujung-ujungnya ngomongin makan hha. Teteh suka cerita rahasianya dari mama papa. Ujungnya ngomong, “De, jangan bilang mama papa ya kalo teteh bla bla bla..”

Belanja ke alun-alun rutenya dari Pasar Baru jalan ke Kings, sebelumnya liat dulu toko-toko yang di Cibadak ada yang jual Hello Kitty unuuu-unuuu, lanjut ke Matahari -Yogya nyari yang diskonan, makan di tempat jajanan karyawan Yogya.

Jogging ke daerah atas rumah, niatnya mah olahraga tapi akhirnya nyari gorengan, makan nasi kuning, atau kupat tahu. Pantesan bulaaat terus hha

I miss that moment a lot

Teteh itu rajin banget bersih-bersih ngurus kerjaan rumah. Jago masak, jago goreng kerupuk hha pinter bereksperimen. Kalo ade sedih selalu perhatian nanyain kenapa, ade maunya apa. Selalu ngalah kalo ade mau pake barang teteh, padahal teteh juga mau make. Teteh tuh perhatian banget, kalo teteh pulang jalan-jalan atau makan pasti dibeliin oleh-oleh, mau makanan ampe barang dari yang murah ampe yang mahal, dari yang penting ampe yang ga penting pun dia beliin. Aaargh pengen dkasih oleh-oleh lagi cepet pulang nduut.

Ade suka sedih kalo teteh kaligatanya kambuh, atau dilarang papa ujung-ujungnya nangis. Teteh yang nangis karena kangen ama syams gara-gara LDR-an mulu. Teteh yang keras kepala ga mau dinasehatin mama.

Sister, im so proud of you. You are a good daughter, sister and wife for mama, papa, ade and syams. Although you live with burden and heavy responsibility. You always making people around you happy n full of laugh. Don’t hear what people’s says. Don’t envy with other people, even it was so hard. Just live your life with your own way. Be patient coz Allah will give u the best.

HAPPY BIRTHDAY 


February 2nd, 2012 
Love u Sist :*

Saturday, February 4, 2012

Why I choose marine science?

Gagal di SPMB pertama tidak membuat saya patah semangat untuk mencoba kesempatan yang kedua. Berbekal dari pengalaman yang pertama (mungkin gagal akibat memilih passing grade yang terlalu tinggi, kurang kerja keras dan entah kenapa menurut saya SPMB itu faktor LUCK-nya gede ;p), saya pun memilih jurusan dengan passing grade yang paling rendah (red: cari aman hha) mau tahu apa aja:
1. Ilmu Kelautan UNPAD
2. Peternakan UNPAD
3. Lupa jurusan apa yang jelas di UPI

Kenapa pilihan pertama saya jatuh pada kelautan UNPAD  karena saya suka lauuuuut.

I do love beach, I love the blue sea, I want to diveeee

Setiap di TV ada liputan diving, saya selalu stay tuned ampe beres dengan muka ngileeer hha

Dapet info juga dari temen SMP kalo temennya ada yang udah masuk kesana. Katanya seru, ada kuliah diving dan fieldtrip-nya k laut gituu. Makin mantaplah saya...

Untuk pilihan kedua, yah karena paling rendah itu passing gradenya. Pilihan yang terakhir ?? maaf saya lupa...

Selama menunggu pengumuman SPMB, sebagai cadangan apabila gagal kembali saya mengikuti tes POLTEKES. Kali ini saya memilih jurusan kesehatan gigi dan kalo ga salah lagi nih (red: lupa) kesehatan lingkungan. Setelah melalui berbagai tes, alhamdulillah akhirnya saya lulus kesehatan gigi. Wow gaya calon perawat gigi. Padahal saya sangat tidak berbakat menjadi perawat. Tingkat kesabaran saya sangat tidak mendukung ahahahaha

Pengumuman SPMB pun tibaaa, dan saya lupa kalo hari itu pengumumannya. Pagi-pagi saya dapet telepon dari temen dia bilang “Isna, selamet ya kamu lulus!” dalam hati “Alhamdulillah, tapi masih ga percaya.” Sedihnya temen yang nelpon itu, yang senasib (red: ga lulus juga SPMBnya taun lalu) ga lulus SPMB lagi doonk. Namanya Dita temen SMA yang Se-SMP juga. Tapi hebat, sekarang dia udah lulus dari POLBAN dan langsung kerja.

Bimbanglah mau milih yang mana Kelautan apa Keperawatan, udah bayar pula. Mama bilang “Ade, pasti mau nya kelautan yah. Klo Keperawatan kan cuman D3 sedangkan Kelautan S1.” Alhasil sekarang saya jadi anak LA LA LAUT :)

i love my long black hair

Sebenernnya bikin tulisan ini terinspirasi dari foto bocah saya yang berumur 6 tahun di rumah nenek, pake terusan biru dongker bermotif matahari sesuai dengan tempat belinya di salah satu dept. store. Berambut pendek berponi lurus seperti anak kecil lain hahah

Yup dari kecil sampe SMP saya berambut pendek paling panjang juga sebahu. Baru aja SMA nyobain di"gondrongin" tapi lebih sering diiket karena gerah. Karena keseringan diiket sama panas-panasan, jadi banyak yang pecah-pecah orang ga pernah perawatan (hahah pemalas). Paling kalo lagi rajin di masker pake lidah buaya yang dipetik sendiri dari halaman rumah.

Bagi TIPS dikit nih biar rambut halus dan ga gampang rontok. Pertama cuci bersih lidah buaya yang segar buang pinggirannya yang berduri, diemin dalem kulkas sekitar 10 menit (biar adem aj sebenernya pas dilumurin ke kepala, ga jg gpp ;) ). Setelah itu belah dua lidah buaya tersebut kemudian kerik menggunakan pisau hingga mengeluarkan lendir. Nah lendir-lendir inilah yang kita lumuri dari kulit kepala hingga ke ujung rambut, banyaknya tergantung kelebatan rambut kita. Apabila seluruh helai rambut telah terlumuri diamkan hingga mengering. Jangan kaget ketika rambut kita mengering rasanya mengeras seperti memakai hair spray. Setelah mengering sampai ke kulit kepala bilas dengan air bersih. Hasilnya rambut Anda akan terasa halus. Silakan mencoba...
Resep di atas sebenernya hasil coba-coba alias eksperimen saya loh hhii hasilnya lumayan juga ternyata.

Kembali ke topik awal

Sekarang setelah kuliah hampir 3,5 tahun ga nyangka rambut saya bisa kaya miss K  a.k.a kunti.

yah hampir mirip inilah rambutnya ;p

Panjangnya hampir sepinggul, orang lain pasti ga akan nyangka rambut saya sepanjang itu. Soalnya klo diliat pake kerudung cepolannya cuman dikit, itu karena rambut saya tipis (keturunan dari mama papa). Rambut saya tipis dan sedikit bergelombang. Waktu kecil sih lurus tapi kesini-sini bergelombang. Sempet waktu SMP gelombangnya ampe membentuk sosis hhii. Tapi anehnya sekarang gelombangnya makin berkurang. Yang jadi masalah yang sekarang rambut saya super duper rontok hhuu. Padahal udah pake conditioner, creambath juga tetep aja.

Terlintas buat memangkas habis rambut ini kaya Indy Barends, tapi ga boleh ama mama sayang katanya. Ya sutralah bersyukur aja dengan rambut yang sekarang.

Alhamdulillah dikasih Allah rambut yang bagus :)